JAKARTA--MI: Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar menilai langkah Jusuf Kalla dan Megawati untuk membentuk sebuah pemerintahan yang kuat sebagai terobosan yang bagus.
Hal itu diungkapkannya kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3). "Langkah itu bagus, sehingga pemerintahan yang akan datang adalah yang didukung mayoritas kursi di parlemen. Dan di beberapa negara yang politiknya stabil juga seperti itu," kata Muhaimin.
Untuk itu, PKB mendukung semua langkah parpol, bukan hanya Golkar-PDIP untuk memperkuat pemerintahan kedepan. "Ya tentu PKB mendukung langkah penguatan semacam itu. Tapi tidak kemudian kami mau ngeblok, kita masih melakukan komunikasi dengan semua pihak," tegasnya.
Selain itu, Muhaimin juga berujar bahwa kedua belah pihak belum membicarakan kesepakatan mengenai capres/cawapres. "Yang penting kebersamaan paham dulu," tukasnya.
Sedangkan, Sekretaris Jendral PPP Irgan Chairul Mahfiz masih meragukan kedua poros tersebut akan bergabung. "Golkar dan PDIP ibarat air dan api, ini hanya semacam aliansi sesaat saja," tegas Irgan. Dikatakannya, bahwa pertemuan itu belum memberikan gambaran jelas apakah akan melakukan koalisi.
Semua tentu masih menghitung standing power setelah pemilu legislatif. Juga sebelumnya, Golkar-PDIP sudah beberapa kali bertemu, baik di Medan dan Palembang. "Jadi dari pertemuan itu tidak ada yang baru dan spesial," tuturnya.
Namun, langkah mereka dapat dijadikan cerminan dalam membangun kesepahaman antardua parpol yang selama ini cenderung bertolak belakang. "Ini budaya baru dalam mencairkan suasana politik, dan semua parpol sebaiknya membangun komunikasi serupa," imbuhnya.
Hal itu diungkapkannya kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3). "Langkah itu bagus, sehingga pemerintahan yang akan datang adalah yang didukung mayoritas kursi di parlemen. Dan di beberapa negara yang politiknya stabil juga seperti itu," kata Muhaimin.
Untuk itu, PKB mendukung semua langkah parpol, bukan hanya Golkar-PDIP untuk memperkuat pemerintahan kedepan. "Ya tentu PKB mendukung langkah penguatan semacam itu. Tapi tidak kemudian kami mau ngeblok, kita masih melakukan komunikasi dengan semua pihak," tegasnya.
Selain itu, Muhaimin juga berujar bahwa kedua belah pihak belum membicarakan kesepakatan mengenai capres/cawapres. "Yang penting kebersamaan paham dulu," tukasnya.
Sedangkan, Sekretaris Jendral PPP Irgan Chairul Mahfiz masih meragukan kedua poros tersebut akan bergabung. "Golkar dan PDIP ibarat air dan api, ini hanya semacam aliansi sesaat saja," tegas Irgan. Dikatakannya, bahwa pertemuan itu belum memberikan gambaran jelas apakah akan melakukan koalisi.
Semua tentu masih menghitung standing power setelah pemilu legislatif. Juga sebelumnya, Golkar-PDIP sudah beberapa kali bertemu, baik di Medan dan Palembang. "Jadi dari pertemuan itu tidak ada yang baru dan spesial," tuturnya.
Namun, langkah mereka dapat dijadikan cerminan dalam membangun kesepahaman antardua parpol yang selama ini cenderung bertolak belakang. "Ini budaya baru dalam mencairkan suasana politik, dan semua parpol sebaiknya membangun komunikasi serupa," imbuhnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar