.linkopacity img { filter:alpha(opacity=30); -moz-opacity: 0.30; opacity: 0.30; border:0; } .linkopacity:hover img { filter:alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 1.0; border:0; } .linkopacityxtra:hover img { filter:alpha(opacity=1.1); -moz-opacity: 1.1; opacity: 1.1; border:0; }


Daftar Blog Saya

Kamis, 28 Mei 2009

Megawati Soekarnoputri Mengingatkan Media


Calon Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan media massa agar tetap menjunjung etika jurnalistik dengan tidak menunjukkan keberpihakan atau memanipulasi data.

"Tolong sampaikan hal-hal yang tidak dimanipulasi," katanya saat berdialog dengan wartawan di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).

Megawati mencontohkan salah satu media yang dalam pemberitaannya selalu memojokkan PDI Perjuangan. "Baginya tidak ada yang baik kita ini," kata Megawati.

Selain kerap memelintir ucapan narasumber dan data, Megawati melanjutkan, media juga kerap tak memuat komentarnya. "Daripada ngoceh tapi tidak masuk, ya diem saja,' kata Megawati.

Megawati juga mengaku heran dengan lonjakan perolehan suara Partai Demokrat pad apemilu legislatif 9 April lalu. "Kalau tiba-tiba dari sekian persen jadi sekian persen, saya mau tahu loh kiatnya," katanya.

Partai Demokrat pada pemilihan legislatif 2004 lalu memperoleh tujuh persen suara. Perolehan suara partai biru ini melonjak drastis pada pemilihan legislatif 2009 sebanyak 20 persen. Angka ini membuat Demokrat unggul diatas PDI Perjuangan yang memperoleh suara 14 persen, selisih sedikit dengan Partai Golkar.

Menurut dia, mengurus partai bukan perkara mudah. Apalagi jika partai tersebut sebesar PDI Perjuangan yang kadernya, kata Megawati, sulit diatur. "Membangun partai itu tidak mudah," kata Megawati. Sebab selain mengurus kader, membangun partai juga berarti memoles citra.

Megapun mengakui dirinya tak sehebat partai pesaing dalam membuat pencitraan. Ia mencontohkan salah satu partai yang membuat panggung besar saat deklarasi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Panggung dan tata letaknya, kata Megawati, ditangani para profesional. Sementara pihaknya, kata Megawati, "Boro-boro ngatur tempat, ngatur diri sendiri saja tidak beres."

Megawati berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden pada 8 Juli ini. Mega diusung PDI Perjuangan sedangkan Prabowo dari Partai Gerindra, yang semula mencalonkan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Tidak ada komentar:

 

Copyright 2009 All Mangapul Nababan themes by One 4 All